Jembatan satu duit, siapa yang tak kenal jembatan ini di Bogor. Jembatan yang menghubungkan jalan Ahmad Yani dengan Warung jambu ini merupakan jembatan yang juga memiliki nilai sejarah karena beberapa perubahan yang terjadi pada lokasi tersebut selama bertahun-tahun.
Asal usul mengapa jembatan ini disebut dengan jembatan satu duit / situ duit sendiri masih belum banyak yang mengetahuinya. tetapi beberapa cerita berikut mungkin bisa menjadi salah satu penyebab mengapa jembatan ini disebut dengan jembatan satu duit.
Mitos melempar uang receh
Menurut mitos dan cerita-cerita dari penduduk setempat mengenai asal-usul jembatan satu duit adalah bahwa pada jaman dahulu daerah tempat jembatan ini termasuk daerah yang sangat angker, bisa anda bayangkan sendiri bagaimana kondisinya saat itu dan siapa pun yang melewati jembatan ini mereka harus melemparkan satu uang receh terlebih dahulu ( istilahnya palumpang-lumpang atau minta izin :red ), begitu juga dengan siapa saja yang mempunyai permintaan atau keinginan maka mereka bisa menyebutkan apa keinginannya sambil melemparkan satu uang recehan ke aliran sungai dibawahnya yang dipercaya oleh masyarakat dahulu bisa membuat permintaan mereka terkabul.
Dan oleh karena hal tersebut pulalah, jembatan ini kemudian dikenal dengan sebutan Jembatan satu duit atau situ duit ( situ : danau, duit: uang ).
De Witte brug
Pada jaman penjajahan belanda, jembatan ini dinamakan dengan jembatan De Witte atau jembatan putih menilik dari warna jembatan ini yang bercat putih, kemungkinan dari kata De Witt juga lah, sebutan Jembatan DeWit ( sebutan atau dialek masyarakat sekitar ) mulai berlaku.
Konstruksi Jembatan satu duit warung jambu mungkin sekitar tahun 1930 -1940an
sebelum runtuh pada tahun 60-70an dan berganti menjadi jembatan yang seperti sekarang
Pungutan Retribusi
Sangat sulit sekali mencari informasi mengenai asal usul penyebutan nama satu duit yang benar, karena cerita lain menyebutkan kalau asal usul penyebutan satu duit adalah dari penarikan retribusi setiap kendaraan yang lewat, yang menyebutkan bahwa setiap kendaraan yang akan masuk ke wilayah Ahmad Yani dikenakan retribusi,
Jembatan Satu duit sekarang
Terlepas dari mana yang merupakan kisah yang sebenarnya, keberadaan jembatan ini memang harus dijaga dan diperhatikan karena merupakan salah satu dari beberapa pintu masuk ke dalam kota. ( pintu masuk lainnya adalah Jembatan Jalan Baru, Jembatan pasar jambu dua, Jembatan Sempur dan Jembatan otista ).
Apalagi kini dikawasan warung jambu telah menjadi pusat komersial modern yang super lengkap mulai dari bahan pangan, sayuran, gadget, komputer dan handphone semua tersedia di kawasan ini. Usia jembatan yang bisa dikatakan cukup uzur ini juga membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah Kota.
![]() |
kawasan perbelanjaan modern namun sayang tidak sesuai dengan keberadaan jembatan yang sudah uzur |
Salam
0 Response to "Asal usul jembatan satu duit "
Post a Comment