Hotel du Chemin de Fer
Hotel Bellevue
Hotel Dibbets
Jarak hotel-hotel itu dari Kebun Raya hanya sepelemparan batu, kecuali Hotel du Chemin yang lokasinya agak ke barat dan dekat dengan Stasiun Buitenzorg.
Hotel du Chemin de Fer, sebelah kanan adalah yang sekarang menjadi taman topi
Dalam buku “Guide through Netherlands India” yang diterbitkan tahun 1903 disebutkan:
Jika berangkat dengan kereta ekspres ke Buitenzorg, kita akan sampai di kota kediaman Gubernur Jenderal itu (263 meter di atas permukaan laut) lebih awal agar dapat menghirup udara sejuk yang berasal dari Gunung Gede dan Salak.
Pemandangan belakang hotel bellevue
Lahan bekas bangunan hotel bellevue yang menjadi BTM
Kita bisa menginap di Hotel du Chemin de Fer, dekat stasiun, atau di Hotel Bellevue yang jaraknya hanya lima menit dari persimpangan jalan utama. Dari belakang hotel ini kita dapat menikmati pemandangan lembah Tjiliwong dan lereng Salak. Omnibus dari hotel-hotel ini biasanya sudah menunggu kita di depan stasiun.
Seperti halnya Hotel Bellevue yang kini bangunannya sudah hilang ditelan jaman dan berganti menjadi Gedung megah BTM ( Bogor Trade Mall ) sebelumnya pasar dan bioskop Ramayana, hotel-hotel lainpun mengikuti jejaknya yaitu Hotel du Chemin de fer yang kin beralih fungsi menjadi kantor Mapolwil Bogor, tinggal satu hotel yang tersisa dan masih difungsikan sebagai hotel yaitu Hotel Dibbets yang kini menjadi Hotel Salak.
Hotel Salak







