Sejarah Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran menurut Historika dari Museum Sejarah Prabu Siliwangi .
HISTORIKA
Historika adalah koleksi yang mengandung nilai sejarah meliputi kurun
waktu sejak masuknya budaya barat sampai sekarang. Benda-benda ini
berhubungan dengan suatu peristiwa. Koleksi yang dipamerkan adalah:
I. Foto-Foto Benda Sejarah HISTORIO GRAPHY TRADISI:
1. Buku Kitab Suwasit buku sumber sejarah
2. Naskah Sasakala Prabu Siliwangi dalam tulisan Pajajaran
3. Rumah adat jaman pajajaran
4. Denah Kerajaan Pajajaran
5. Ukiran Seni Batik Pajajaran
6. Tempat makan dan minum jaman pajajaran
7. Lukisan Prabu Siliwangi (Pelukis M.Fajar Laksana)
8. Foto Spiritual Penampakan Gerbang Istana Pajajaran di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh Kab.Majalengka
9. Lukisan Bendera Kerajaan Pajajaran (Pelukis M.Fajar Laksana)
II. SEJARAH PRABU SILIWANGI
KITAB SUWASIT SEBAGAI HISTOTIOGRAPHY TRADISI
ADA 22 INTI SARI SEJARAH PRABU SILIWANGI :
Bagian 1 Nasab Keluarga Prabu Sliliwangi
Bagian 2 Prabu Angga Rarang Raja Kerajaan Gajah
Bagian 3 Pangeran Pamanah Rasa Abad 15 Mejadi Raja Di Kerajaan Gajah
Bagian 4 Pangeran Pamanah Rasa Berkelana, Menaklukkan Macan Putih
Bagian 5 Pangeran Pamanah Rasa Bertemu Ki Dampu Awang
Bagian 6 Pangeran Pamanah Rasa Membuktikan Raja Kepada Ki Dampu Awang
Bagian 7 Pangeran Pamanah Rasa Menikah Dengan Nyai Aci Putih
Bagian 8 Pangeran Pamanah Rasa Kembali Ke Kerajaan Perang Dengan Mongol Pati
Bagian 9 Mengganti Nama Kerajaaan Gajah Menjadi Pakuan Pejajaran Dan Membuat Simbol Senjata Kujang Yang Pertama
Bagian 10 Kerajaan Pajajaran Menyerang Kerajaan Galuh
Bagian 11 Raja Galuh Meninggal
Bagian 12 Pangeran Pamanah Rasa Mendapat Wasiat Dari Ayahnya Harus Menaklukan Syekh Quro
Bagian 13 Pangeran Pamanah Rasa Ke Sumedang Bertemu Pangeran Jaga Raksa
Bagian 14 Pangeran Pamanah Rasa Berganti Nama Menjadi Pangeran Pamanah Sari
Bagian 15 Pangeran Pamanah Sari Di Cirebon Bertemu Ki Dampu Awang
Bagian 16 Pangeran Pamanah Sari Bertemu Ki Gendeng Tapa
Bagian 17 Pangeran Pamanah Sari / Prabu Siliwangi Masuk Islam Oleh Syekh Quro
Bagian 18 Pangeran Pamanah Sari Berangkat Ke Haji
Bagian 19 Pangeran Pamanah Sari Menikah Dengan Nyi Subang Larang
Bagian 20 Pangeran Pamanah Sari Menikah Dengan Nyi Kasih
Bagian 21 Pangeran Pamanah Sari Menjadi Penguasa Cirebon Di Berikan Gelar Prabu Siliwangi
Bagian 22 Prabu Siliwangi Menghilangkan Kerajaan Pajajaran Pindah Ke Alam Ghoib
PENJELASAN SINGKAT SEJARAH ISLAMISASI PRABU SILIWANGI
Pangeran Pamanah Rasa Menjadi Di Kerajaan Gajah
Semenjak abad empat belas setelah
Pangeran Anggararang mengajarkan kembali keilmuanya untuk mejadi seorang
raja, agar bisa memimpin kerajaan dan rakyat-rakyatnya, dari situ
Pangeran Pamanah Rasa di angkat oleh ayahnya yaitu pangeran Anggararang
menjadi raja ke dua dari kerajaan Gajah, yang disebut-sebut kerajaan
Gajah itu symbol atau tanda lambang kerajaan yang di bawa dari adat atau
budaya, karena jika punya kerajaan harus tahu nama kerajaannya.
Pangeran Pamanah Rasa berkelana, Macan Putih
Pangeran Pamanah Rasa ingin mencoba
keluar meninggalkan rakyat dan saudara-saudaranya, keluar dari kerajaan
untuk mencari ilmu dan mengunjungi kerajaan-kerajaan yang lain sambil
beliau memperkenalkan diri bahwa beliau yang memegang kerajaan Gajah,
Beliau pergi sendiri tidak di kawal oleh satu orang pun padahal
prajurit-prajuritnya banyak menawarkan supaya di kawal, tetapi beliau
tetap pergi sendiri.
Setelah beliau keluar dari hutan, beliau merasa haus lalu mencari air
untuk minum. Akhirnya Pangeran Pamanah Rasa menemukan air terjun yang
besar (air terjun ini curug sawer di Majalengka). Setelah beliau
mendatangi air terjun tersebut Pangeran Pamanah Rasa kaget karena di
sekelilingnya banyak harimau besar.
Harimau Putih tersebut menghampiri Pangeran Pamanah Rasa, sudah hampir
sampai tinggal beberapa langkah lagi Harimau Putih itu mau menerkam
Pangeran Pamanah Rasa.
Pangeran Pamanah Rasa memakai keilmuannya membuat gulungan angin besar,
dan angin tersebut di bentuk dan dipadukan dengan air terjun yang
mengalir menggunakan tenaga dalam ilmu kanuragan, di bentuk menjadi
gulungan angin dan air dijadikan senjata untuk melawan Harimau Putih.
Maka dari situ Harimau Putih kalah oleh Pangeran Pamanah Rasa. Harimau
Putih tersebut sudah tidak melawan lagi, tapi karena Harimau Putih sudah
mencelakakan Pangeran Pamanah Rasa, maka dia harus
mempertanggungjawabkan semua perbuatannya yang sudah di lakukan padanya,
Sebelum Pangeran Pamanah Rasa berangkat Harimau Putih itu memberi
pakaian, Karena pakaian pangeran sobek bekas pertarungan tadi. Pangeran
Pamanah Rasa di kasih pakaian dari kulit harimau oleh Harimau Putih.
Harimau Putih merasa kurang cukup apabila hanya memberi pakaian saja,
jadi dia memutuskan untuk mengabdi kepada Pangeran Pamanah Rasa dengan
mendampingi beliau. Sebagai keputusan terbaik yang harimau putih ambil.
Pangeran Pamanah Rasa kembali ke kerajaan Dengan Mongol Pati
Pangeran Pamanah Rasa perasaannya tidak
tenang, beliau takut ada apa-apa sesuatu yang buruk menimpa pada
kerajaannya.Pangeran Pamanah Rasa menempuh perjalanan dalam waktu tiga
hari untuk sampai ke kerajaan.
Eyang Jaya Perkasa yang disuruh dan yang dititipi megang kerajaan
mendapatkan surat dari kerajaan Mongol Pati untuk masalah wilayah, surat
dari kerajaan Mongol Pati, yang isi suratnya mengajak berperang. Eyang
Jaya Perkasa menggantikan Pangeran Pamanah Rasa dikarenakan tiga hari
lagi dari kerajaan Mongol Pati mau nyerang ke kerajaan Gajah. Secara
terus menerus berlangsung dengan hebatnya, saling hantam senjata tajam
dan sebagainya. Tidak lama kemudian Harimau Putih mendadak keluar
berhamburan entah dari mana datangnya, ada beberapa Harimau Putih muncul
, menyerang prajurit Mongol Pati, tak lama kemudian prajurit kerajaan
Mongol Pati mundur kocar kacir di amuk Harimau Putih, sebagian lagi mati
oleh Harimau Putih.
Siang itu juga perang selesai, Harimau Putih berjejer menghadap Panglima
Eyang Jaya Perkasa dan prajuritnya. Tak lama kemudian dihadapan Harimau
Putih yang berbaris, Pangeran Pamanah Rasa mendadak ada disamping
Harimau Putih yang lebih besar, dari sana prajurit-prajurit tertunduk
nyembah kepada beliau, seketika Harimau Putih yang berbaris lenyap
menghilang, tinggal satu lagi yang disamping Pangeran Pamanah Rasa.
Mengganti Nama Kerajaaan Gajah menjadi PAKUAN PEJAJARAN
Dan Membuat Simbol Senjata Kujang Yang Pertama
Pangeran Pamanah Rasa sudah menghitung
nama apa yang baik untuk mengganti nama kerajaan yang sekarang. Terus
beliau mempertimbangkan bersama panglimanya, kata Pangeran Pamanah Rasa
Negara kita Negara sunda, maka kita bisa disebut orang sunda, kemudian
sekarang jamannya sudah agak beda bukan jaman purba lagi, memang sejak
dulu kerajaan Gajah terkenal, berkat Ramahanda saya, yang masih termasuk
jaman purba, dengan symbol Gajah, disatukan jadi symbol kerajaan,
datang dari petunjuk yang jadi kekuatan berdirinya kerajaan Gajah. juga
sama, Negara ini juga ada nama, yaitu Negara yang kita diami adalah
tataran sunda yang termasuk dari simbolnya yaitu binatang yang paling
buas yaitu Harimau. sunda tersebut harus benar-benar dipegang oleh saya,
jadi harus dipercepat membuat barang-barang yang membentuk pisau untuk
ciri dari kerajaan sunda sebagai simbol yang bisa menyimpan kekuatan,
buatkan pisau berbentuk Harimau sebanyak tiga buah..
Pada waktu itu juga Pangeran Pamanah Rasa menyuruh ke Eyang Jaya Perkasa
untuk membuat senjata, yaitu harus menyimbolkan tataran sunda, senjata
sunda yaitu pisau yang berbentuk Harimau, sebagai awal mula sejarah
dibuatnya tiga senjata yang berbentuk Harimau tiga warna, yaitukuning,
hitam, putih senjata-senjata tersebut diminta untuk langsung dibuatkan.
Senjata pertama yang berwarna hitam, dibuat dari batu yang jatuh dari
langit yang sering disebut meteor, yang dibakar oleh Pangeran Pamanah
Rasa sendiri, dibentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata
tersebut.
Senjata Kedua dibuat dari air api yang dingin, yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning.
Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau.
Barang sudah jadi tinggal namanya, semalam penuh Pangeran Pamanah Rasa
memikirkan nama untuk barang itu, tepat ayam berkokok tepat ditemukan
nama untuk ketiga barang tersebut, yaitu dengan bahasa sandi, bahasa itu
sangat tepat untuk barang senjata yang sudah jadi, yaitu
namanya KUJANG, dikarenakan barangnya ada tiga, beda beda warna tapi
bentuknya sama disebut jadi KUJANG TIGA SERANGKAI, YANG ARTINYA
BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA atau nama yang beda warna tapi berkaitan,
dikarenakan bentuknya sama, Pangeran Pamanah Rasa bicara lagi,
Nah saya ini ada petunjuk yaitu jika dari barang sudah selesai sekarang
masalah nama kerajaan, dikarenakan saya ada yang membantu yaitu bangsa
siluman ataupun Harimau Harimau ghaib, jadi saya membawa nama kerajaan
dari Negara Gajah dengan kerajaan Harimau, bila disatukan maka namanya
disebut PAKUAN PAJAJARAN disatukan lagi oleh barang yang tiga itu yang
namanya KUJANG jadi tepat sudah, nah ditatar sunda ini lahirKerajaan
Pajajaran.
Eyang saat mengganti kerajaan ini namanya bukan untuk saya sendiri tapi
untuk rakyat semua supaya ada perubahan untuk semuanya, oleh karena itu
kita semua harus mengikuti jaman, sekarang sudah agak maju jamannya
dikarenakan harus di iringi oleh ilmu ekonomi, hal itu dari melihat
kerajaan yang lain, hal itu juga untuk merebut kerajaaan Galuh yang
membayar Mongol Pati untuk menyerang kerajaan kita, jadi kita juga sama
kita serang kerajaan Galuh dengan tenaga baru, prajurit Gajah dan
prajurit Harimau kita satukan memakai Bahasa sandi, jadi nama ini
Pajajaran. Nah begitu barangkali rencana saya,
Pangeran Pamanah Rasa bicara begitu ke panglimanya dikarenakan ingin didukung oleh panglimanya, jawab Eyang Jaya Perkasa;
Iya Pangeran, saya mengikuti, dikarenakan itu petunjuknya, laksanakan
saja jangan takut dibantu oleh saya Insya Allah, nah itu jawaban Eyang
Jaya Perkasa dengan menyebut Insya Allah dikarenakan Eyangnya seorang
yang beragama islam beda dengan Pangerannya.
Pangeran Pamanah Sari Masuk Islam Oleh Syekh Quro
Pangeran Pamanah Rasa berganti nama
menjadi Pangeran Pamanah Sari untuk menaklukan Syekh Quro namun beberapa
hari kemudian Pangeran Pamanah Sari meminta kepada ki Gendeng Tapa
membawa putrinya untuk dinikahi oleh Pangeran Pamanah Sari, penawaran
itu sudah diserahkan semuanya kepada Syekh Quro sebab Nyi Subang Larang
sudah menjadi putri angkatnya Syekh Quro.
Pangeran Pamanah Sari datang ka Syekh Quro. Setelah sampai ditempatnya
Syekh Quro, Pangeran Pamanah Sari berbicara hanya pokok masalah penting
saja, yaitu tentang mau menikahi Nyi Subang Larang, Syekh Quro menerima
lamaran Pangeran Pamanah Sari namun dalam masalah itu Syekh Quro meminta
syarat yang harus di penuhi dan dilakukan yaitu ada 3 syarat;
Yang pertama harus masuk islam, yang kedua harus belajar ngaji, yang
ketiga harus berangkat dulu ke haji, itu syarat-syarat yang diberikan
oleh Syekh Quro kepada Pangeran Pamanah Sari.
Pangeran Pamanah Sari Kebingungan dengan persyaratan tersebut terlalu
berat karena beliau dari agama Hindu, tetapi karena ada yang ingin
dicapai Pangeran Pamanah Sari memutuskan siap apa yang dibicarakan oleh
Syekh Quro, Syekh Quro berjanji menentukan waktu untuk mengislamkan
Pangeran Pamanah Sari yaitu satu hari setelah Pangeran Pamanah Sari
menyanggupinya, tidak terlalu lama waktu yang ditunggu telah tiba.
Pangeran Pamanah Sari siap untuk di Islamkan, beliau datang kepada Syekh
Quro untuk di Islamkan ketika sampai ke tempatnya Syekh Quro. Semua
orang dikumpulkan ke dalam ruangan, ki Gendeng Tapa menyaksikan Pangeran
Pamanah Sari di Islamkan, tidak terlalu lama Pengeran Pamanah Sari
diberikan janji oleh Syekh Quro sambil memegang tangannya dengan
mengucapkan dua kalimah Syahadat, setelah itu selesai Pangeran Pamanah
Sari dianggap sah dari akad menjadi muslim, hari itu selesai untuk
syarat pertama. Pangeran Pamanah Sari langsung menjalankan syarat yang
kedua yaitu belajar ngaji.
Syekh Quro langsung mengajarkan, siang malam Pangeran Pamanah Sari
belajar ngaji dengan Syekh Quro, karena ingin bisa serta ingin cepat
mengejar pada syarat yang ketiga, tidak lama kemudian setelah 5 bulan
Pangeran Pamanah Sari bisa ngaji seperti membaca huruf arab, sholat, dan
pemikiran Islam seperti apa artinya Islam, semua ilmu agama islam telah
diserapnya.
Syekh Quro bingung dan heran Pangeran Pamanah Sari bisa belajar dengan
cepat, padalah sampai tingkatan semua itu, bisa butuh waktu sekitar dua
tahun. Pangeran Pamanah Sari langsung meminta syarat yang ketiga yaitu
naik haji, Syekh Quro langsung menyiapkan Pangeran Pamanah Sari sebab
Pangeran Pamanah Sari mau dibawa ke Arab yaitu ke Mekah tampat orang
naik Haji, beliau dikasih tahu dulu oleh Syekh Quro harus itikaf,
berdiam diri di Mekah selama empat puluh hari.
Pangeran Pamanah Sari Berangkat ke Haji
Setelah Syekh Quro menjelaskan, Pangeran
Pamanah Sari mengerti dan menyanggupi, pada malam itu juga Syekh Quro
membawa Pangeran Pamanah Sari ke Mekah. Pangeran Pamanah Sari berangkat
ke Mekah di bawa terbang oleh Syekh Quro sampai ke Mekah membutuhkan
waktu satu malam, berangkat malam sampai subuh tiba di Mekah langsung
sholat shubuh, setelah sholat subuh Syekh Quro dengan Pangeran Pamanah
Sari istirahat dulu, seterah istirahat langsung melaksanakan ibadah haji
sejak pertama melaksanakan sholat berjamaah sampai amalan-amalan yang
diajarkan oleh Syekh Quro diamalkan, sehari penuh berkeliling Kabah.
Pangeran Pamanah Sari kebingungan kenapa dirinya jadi begini, sudah
beberapa hari Pangeran Pamanah Sari ada perubahan dalam dirinya
sedikit-sedikit dosa dan kajadian-kajadian oleh beliau yang dialami
seperti nyata kelihatan nampak seperti mimpi buruk atau jelek, Pangeran
Pamanah Sari sampai menangis habis-habisan di depan Kabah. Semenjak itu
Pangeran Pamanah Sari percaya Islam dan percaya adanya Allah, empat
puluh hari tidak terasa sudah berlalu Pangeran Pamanah Sari dibawa
pulang oleh Syekh Quro setelah sampai kembali ke tempat, banyak yang
berkumpul menunggu yang pulang dari haji.
Malam itu juga Syekh Quro dengan Pangeran Pamanah Sari sudah sampai
ditempat, pulang dari haji. Karena malam itu sudah pada lelah tidak
terlalu lama setelah mengobrol lalu istirahat.
Ayam sudah bekokok yang artinya waktu sholat subuh, Pangeran Pamanah
Sari yang biasanya bangun pagi setelah mata hari bersinar, tetapi
sekarang masih gelap juga sudah bangun untuk sholat subuh dengan Syekh
Quro, setelah sholat subuh Pangeran Pamanah Sari melanjutkan Wirid dan
dzikir sampai matahari terbit.
Setelah selesai wirid dan Dzikir , Pangeran Pamanah Sari ditanya oleh
Syekh Quro dalam masalah pernikahannya dengan Nyai Subang Larang, dari
situ Pangeran Pamanah Sari ingin bicara dulu kepada semuanya, karena
sebelumnya beliau ada niat hati yang jelek, setelah belajar dengan Syekh
Quro, Pangeran Pamanah Sari mengalami banyak perubahan dalam dirinya
dan tahu mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah, oleh karena
itu Pangeran Pamanah Sari menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia yang
sebenarnya adalah Raja di Kerajaan Pajajaran, setelah di jelaskan ada
yang terkejut, ada yang langsung menyembah dan sebagainya, tetapi Syekh
Quro biasa saja karena sudah tahu dari awal juga, tidak ada yang membuat
marah satupun malahan senang Pangeran Pamanah Sari berterus terang.
Pamanah Sari Menikah dengan Nyi Subang Larang
Dikarenakan Syekh Quro sudah berjanji
kepada Pangeran Pamanah Sari dalam syarat yang ketiga yaitu menikahkan
Nyai Subang Larang dengan Pangeran Pamanah Sari. Pangeran Pamanah Sari
langsung gembira mendengar perkataan Syekh Quro, semua yang ada disitu
terus memastikan atau menentukan hari-harinya untuk pernikahan yang
baik, Itu semua diserahkan kepada Syekh Quro yang lebih mengetahui waktu
yang baik. Tidak lama waktu sudah ditentukan oleh Syekh Quro, ada waktu
tiga hari untuk mempersiapkannya. Waktu tiga hari terasa cepat tidak
disangka-sangka Pangeran Pamanah Sari menikah juga dengan Nyai Subang
Larang, pada hari itu pesta besar dilaksanakan, namun hanya dipenuhi
oleh para santri Syekh Quro saja dari pertama sampai akhir.
Pangeran Pamanah Sari Menikah dengan Nyi Kasih
Pangeran Pamanah Sari Menjadi Penguasa CirebonBerikan Gelar Prabu Siliwangi
Pangeran Pamanah Sari dengan Nyi Kasih
sudah resmi menjadi suami istri. Pangeran Pamanah Sari berkumpul dengan
istri-istrinya menjadi hidup bersama-sama. Tidak lama kemudian Ki
Gendeng Kasih menyerahkan sebagian tanah Cirebon karena yang sebagian
ada di Ki Gendeng Tapa, oleh Pangeran Pamanah Sari diterima, tidak lama
kemudian juga Ki Gendeng Tapa sudah tua yang sebagiannya lagi di berikan
juga, jadi tanah Cirebon di pegang oleh Pangeran Pamanah Sari semuanya
tidak lama kemudian para sesepuh kumpul dengan Pangeran Pamanah Sari, Ki
Gendeng Tapa, Ki Gendeng Kasih dengan Ki Dampu Awang, dengan
istri-istrinya Pangeran Pamanah Sari yaitu ada tiga, Nyai Subang Larang,
Nyai Kasih dengan Nyai Aci Putih.
Istri yang pertama Nyai Aci Putih yaitu Purtinya Ki Dampu Awang, istri
yang kedua yaitu Nyai Subang Larang putrinya Ki Gendeng Tapa yang ketiga
yaitu Nyai Kasih purtinya Ki Gendeng Kasih. Semuanya pada kumpul sebab
Pangeran Pamanah Sari sakti mandra guna dan pintar, terkenal dimana-mana
yang menguasai kerajaan Pajajaran, Pangeran Pamanah Sari oleh sesepuh
di beri julukan SANG PRABU SILIWANGI yang artinya raja kerajaan
Pajajaran yang harum dimana-mana terkenal dimana-mana, Pangeran Pamanah
Rasa atau Pangeran Pamanah Sari menjadi terkenal dengan gelar Sang Prabu
Siliwangi.
Prabu Siliwangi hidup jaya sampai dengan beliau mempunyai putra dari
istri yang pertama yaitu Nyai Aci Putih dan nama putranya ARYA SETA di
beri gelar PRABU KIAN SANTANG , terus mempunyai lagi dari istri yang ke
dua yaitu mempunyai dua anak, Perempuan dan laki-laki yang diberi nama
untuk putrinya NYAI LARA SANTANG yang laki-laki PANGERAN WALASUNGSANG,
Prabu Siliwangi mepunyai putra tiga dari dua istri tidak lama kemudian
yang terakhir yaitu istri Prabu Siliwangi yang ketiga Nyai Kasih
mempunyai anak satu laki-laki yang bernama PANGERAN SAGARA.
Prabu Siliwangi Menghilangkan
Kerajaan Pajajaran Pindah ke Alam Ghoib
Prabu Siliwangi dari ketiga istrinya
beliau mempunyai keturunan sampai beliau lupa terlalu lama tinggal di
Cirebon. Tidak lama kemudian datanglah perajurit Pajajaran yang di utus
oleh panglimanya untuk menjemput Prabu Siliwangi kembali pulang ke
kerajaan, karena Kerajaan Pajajaran membutuhkan seorang Raja.
Prabu Siliwangi bingung karena sudah berbeda agama. Prabu Siliwangi
sudah muslim sedangkan di kerjaan Pajajaran masih beragama Hindu.
Akhirnya prabu Siliwangi Mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan
masalah itu.
Sebelum Pergi Prabu Siliwangi berpesan kepada seluruh istrinya agar
tanah Cirebon dan ajarannya harus turun-temurun sampai pada anak cucu
mereka. Lalu Prabu Siliwangi berangkat kembali ke karajaan Pajajaran
bersama para prajurit dan ditemani oleh macan putih yang telah diangkat
menjadi panglima oleh Prabu Siliwangi.
Waktu Yang dibutuhkan untuk kembali ke kerajaaan pajajaran sekitar 3
hari, tetapi karena Prabu Siliwangi telah mempunyai Ilmu Aji Halimun
maka tak disangka-sangka mereka bisa sampai tujuan hanya dalam waktu
setengah hari.
Seluruh rakyat Kerajaan dan segenap keluarga Menyambut kedatangan Prabu
Siliwangi,mereka menyembah Prabu sepanjang jalan menuju Kerajaan, lalu
Prabu di sambut dengan suka cita oleh kakeknya Panglima Eyang Jaya
Karsa, Prabu Siliwangi masuk ke dalam kerajaan tak ada yang berubah satu
pun di kerajaan masih seperti waktu di tinggalkan dulu.
Beberapa hari terakhir Prabu Siliwangi memikirkan bagaimana Fitnah dari
rakyat-rakyatnya apabila mereka tahu bahwa dirinya Sudah di Islamkan
oleh Syehk Quro. Sebenarnya Beliau Telah memikirkan hal ini semenjak
berada di tanah Cirebon bagaimana caranya supaya menghilangkan Fitnah
atau perkataan-perkataan dari rakyatnya yang tidak tahu tentang agama,
tidak lama kemudian Prabu Siliwangi mendatangi Macan Putih panglimanya
Supaya Membantu Negara Pajajaran Di Pindahkan Ke Alam GHAIB alam Jin.
Prabu Siliwangi Menunggu datangnya Bulan Purnama untuk menjalankan
Rencananya itu Ketika Pintu GHAIB terbuka, kebetulan datangnnya Bulan
purnama hanya 2 Hari lagi, sambil menunggu Prabu Siliwangi bersama macan
putih malam-malam pergi ke batas Kerajaan Pajajaran untuk menanam pohon
jeruk, dari batas kerajaan supaya ketika Menghilang tidak meninggalkan
jejak sedikitpun dan tidak ada bukti apapun.
Akhirnya Malam kedua di bulan Purnama waktu yang telah ditentukan oleh
Prabu Siliwangi Datang Juga, Beliau Bersama Macan Putih menyireup agar
semua rakyatnya tidak ada yang mengetahui satu juga pindahnya karajaan
Pajajaran dari alam dzohir ke alam ghaib. Prabu Siliwangi langsung
memindahkan kerajaan tersebut dengan orang-orangnya, memakai ilmu dengan
dibantu oleh Macan Putih menghilang. Nah semua negara kerajaan
Pajajaran pindah dari alam dzohir ke alam ghaib.
SUMBER: MUSEUM SEJARAH PRABU SILIWANGI
http://museum.pptalfath.ac.id/home/pameran-benda/historika/
0 Response to "Sejarah dan Kondisi Kerajaan Pajajaran"
Post a Comment