![]() |
[Foto: Mario's Blog] |
Jika kita membaca lagi tulisan Mengenal 3 hotel besar di Buitenzorg maka kita tidak akan mengira bahwa Hotel Pasar Baru ini ternyata merupakan hotel tertua di Kota Bogor selain Dibbet dan Bellevue. Kemungkinan karena hotel ini banyak dipergunakan oleh masyarakat lokal dan pendatang, maka hotel ini pun jadi kurang begitu popular di kalangan orang-orang Eropa pada masanya.
Hotel berlantai dua tersebut berdiri di atar lahan seluas 1.200 meter persegi, yang unik adalah arsitektur dari bangunannya yang merupakan perpaduan antara arsitektur Eropan dan TIonghoa. Hotel Pasar Baru mulai beroperasi sejak dioperasikannya perjalanannya kereta api dari Batavia ke Buitenzorg pada sekitar tahun 1873.
![]() |
[Foto: Kekunaan.blogspot.com] |
Pada masanya, Hotel Pasar Baroe termasuk hotel yang cukup popular dan menjadi primadona bagi para pelancong yang berasal dari timur , seperti Tionghoa, Arab, dan pribumi, terlebih Hotel Dibbet (Salak) saat itu dianggap sebagai hotel mewah yang fasilitasnya hanya bisa dinikmati oleh orang-orang Eropa saja.
Seperti dikutip dari beberpa sumber, Nyonya Lim Hie Nio ( ) yang merupakan cucu dari Lim Siang Hien ( )mantan pengurus Hotel Pasar Baroe mengungkapkan bahwa hotel tersebut sudah beroperasi sejak masa kolonialisme. Hotel itu pun sempat dihuni oleh beberapa keluarga dari AURI sampai berakhirnya peristiwa G.30 S/PKI. Sudah dua kali hotel tersebut berpindah tangan dari pemilik pertamanya. Hotel yang pada awalnya dimiliki oleh Tan Kwan Hong (sekarang tinggal di Jl Merdeka), kemudian dijual pada keluarga Lim dan Lie.
Hotel Pasar Baroe terletak di daerah yang merupakan sentral bisnis pada masa lalu dan sekarang. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan - bangunan lama yang dibangun sejak masa kolonialisme. Kawasan yang dikenal sebagai Pecinan itu kini menjadi pusat bisnis paling ramai dan padat di tengah Kota Bogor.
Perlahan namun pasti, keberadaan hotel ini akan hilang seiring kota Bogor yang terus berbenah mempercantik dirinya.
0 Response to "Hotel Pasar Baroe, hotel primadona kaum pribumi "
Post a Comment