Peletakkan batu pertama pembangunan gereja ini dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke-61, Graaf Van Limburg Stirum pada tahun 1920. Pada batu tersebut terukir petikan ayat alkitab dari Mazmur 43:3 yang tertulis dalam bahasa Belanda:
Zend Uw Licht en Uw Waarheidyang artinya: "Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!"
Dat Die Mij Leiden
Dat Zij Mij Brengen
Tot Den Berg Uwer Heiligheid
En Tot Uw Woningen
Selama masa dua puluh tahun gereja tersebut sering dikunjungi oleh Gubernur-gubernur Jenderal yang baru, seperti D. Fock Jonkheer A.C.D de Graeff, Jonkheer B.C de Jonge, dan Jonkheer A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer.
Gubernur Jenderal yang terakhir ini yang mendelegasikan kekuasaan militer Hindia Belanda di bawah pimpinan Jenderal Heinz teer Porten yang akhirnya menyerah pada tentara Jepang di awal Maret 1942.
![]() |
interior dalam Gereja |
Sejak tanggal 31 Oktober 1948, gedung gereja ini kemudian dialihkan dari Belanda kepada Sinode GPB dengan nama jemaat GPIB Bogor, kemudian pada tahun 1985 namanya berubah menjadi jemaat GPIB Zebaoth.
Sampai dengan tahun 1962, setiap kebaktian yang dilakukan di gereja yang terletak di seberang SMP Negeri 1, Jl Juanda ini selalu menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya. dan dikenal dengan sebutan Nederlansche spreken gemeente atau jemaat yang berbahasa Belanda, sedangkan untuk ibadah yang menggunakan bahasa Indonesia, dilakukan di Gereja Bethel yang terletak di Jl Jakarta, atau Jl Jend Sudirman 44. Bogor.
Gereja Zebaoth ini merupakan salah satu peninggalan masa lalu yang patut dilestarikan, seperti halnya bangunan cagar budaya lainnya yang ada di Bogor.
0 Response to "Gereja Zebaoth, tempat beribadahnya orang Eropa tempo dulu"
Post a Comment