Enam puluh delapan tahun yang lalu, saat Republik mulai akan berdiri, kota Bogor masih dalam cengkraman penguasa Nippon (Jepang), situasi kota yang sebelumnya “Buitenzorg” (dalam istilah Belanda artinya lepas dari kepenatan) tak ubahnya seperti situasi di kota-kota lain, mencekam dan tak lepas dari kekerasan dan kekejaman penguasa saat itu.
Saat itu penduduk Bogor tidak memiliki kebebasan untuk beraktifitas, semua fasilitas yang diduduki oleh tentara Nippon langsung berubah menjadi aset militer mereka. Seperti Hotel Dibbet (sekarang Hotel Salak) yang dijadikan markas Kenpeitai, Istana Bogor, Hotel Bellevue, Stasiun dan lainnya.
![]() |
| Istana Bogor yang diambil alih Jepang |
Melihat kondisi ini pemerintah Jepang pun berusaha menarik simpati penduduk dengan membolehkan pemasangan bendera merah putih, dan keluarlah aturan pemasangan bendera termasuk janji kemerdekaan dalam arti tidak lepas dari ikatan dengan kekaisaran Jepang. Peraturan ini diumumkan di Warta Bogor Shu bertanggal 14 September 1944. Sejak itu berangsur-angsur diberi izin mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
![]() |
| Pengumuman kemerdekaan Indonesia di harian Warta bogor Shu |
Provokasi Sekutu Pagi itu sekitar jam 09.50 tanggal 26 Januari 1945, sebuah pesawat terbang sekutu terbang tinggi dari arah Selatan menyerbu daerah Bogor. Sekitar jam 10.00 kelihatan lagi 6 buah pesawat terbang musuh berputar-putar di Gunung Batu. Kemudian Jam 10.30 pesawat tersebut melarikan diri ke arah Selatan tanpa menjatuhkan bom atau selebaran apapun.
![]() |
| Pesawat Sekutu Glen Martin berkeliling di seputar Bogor | Photo Tropenmuseum |
Ir Soekarno Tanggal 16 Maret 1945 mengunjungi Bogor dari Karesidenan Banten. Beliau seperti biasa memberikan pidato menyala-nyala tentang pentingnya perang Asia Timoer Raja, semangat perjuangan, dan tidak lupa menyanyikan Indonesia Raya.
Tanggal 18 Mei 1945 dilangsungkan rapat umum di Midori Gekizya Bogor, yang dihadiri para pembesar Nippon dan Indonesia. Turut hadir pula sekitar 500 penduduk lelaki dan perempuan dari semua golongan. Dalam rapat tersebut disebutkan bahwa sikap Pemerintah Agung Dai Nippon terhadap Indonesia adalah seperti sikap Ibu-Bapak terhadap anaknya. Juga bahwa Bangsa Indonesia merupakan seketurunan dengan Bangsa Nippon. Seterusnya disampaikan juga perihal tentang kemerdekaan Indonesia yang di hari kemudian harus tetap memegang sifat ketimurannya dan menjadi keluarga Asia Timoer Radja yang sejati. Rapat umum ditutup oleh pidato Toean Gatot Mangkupradja.
Pada 6 Agustus 1945 sebuah bom dijatuhkan di Hiroshima, kemudian 9 Agustus 1945 bom itu jatuh di Nagasaki. Atas pengeboman tersebut tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah. Berita penyerahan Jepang inilah yang akhirnya memicu pernyataan kemerdekaan atau proklamasi pada 17 Agustus 1945, jam 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur no. 56.
Setelah kemerdekaan berkumandang, gerakan ambil alih segala aset dari Jepang oleh Repoeblik dilaksanakan berangsur-angsur mulai dari perorangan hingga kelompok. Beberapa gedung didatangi dan ditempel dengan tulisan milik Repoeblik, bendera Jepang diturunkan, atau dengan mengusir orang Jepang.
![]() |
| Tentara Jepand yang menjadi tawanan perang Pasukan Inggris |
![]() |
| Patroli Militer Inggris yang berkeliling wilayah Kota Bogor |
![]() |
| Truk Militer yang melintas di Tugu White Paal di Jl. Jakarta ( sekarang daerah A Yani, Air Mancur ) |
Tentara Inggris dibantu divisi India kemudian melebarkan kekuasaannya dengan menduduki Kota Paris, tempat nyonya-nyonya dan anak-anak Belanda (RAPWI/ Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees) dikumpulkan.
Dalam waktu singkat Kota Paris dapat direbut dengan mudah oleh tentara Inggris.
Sikap tentara Inggris yang sombong justru menyakitkan hati rakyat. Pada tanggal 6 Desember 1945, terjadilah pemberontakan oleh seluruh masyarakat Bogor. Mereka hanya bersenjatakan bambu runcing, golok, pedang dan senjata ala kadarnya.
Peperangan ini berlangsung sengit dan menggetarkan, terutama di sekitar Istana Bogor dan Kota Paris. Lalu pada tanggal 21 Desember, sebanyak 250 serdadu dari divisi India pasukan Inggris yang bersenjata lengkap, dengan dukungan tank dan truk menuju Keboen Radja dan Kota Paris, rupanya mereka hendak menggulung kawat-kawat telepon yang mereka pasang karena Kota Paris sudah dikosongkan.
![]() |
| Penjagaan ketat pasukan Inggris dibantu tentara India di titik strategis kota Bogor |
Ditengah situasi Kota Bogor yang kian memanas itu, Kapten Muslihat bersama pasukannya melakukan penyerangan ke markas-markas yang diduduki tentara Inggris dan India. Pada tanggal 25 Desember 1945, Kapten Muslihat bersama pasukannya menyerang kantor Polisi yang terletak di Djalan Banten (sekarang jalan Kapten Muslihat), dalam penyerangan tersebut Kapten Muslihat gugur.
-
Baca juga :
Kapten Muslihat
Sejarah perang di Bojongkokosan
Video perang kemerdekaan









0 Response to "Bogor 1945 diantara Jepang dan Inggris "
Post a Comment