
Di seberang sisi barat Kebun Raya terdapat Hotel Bellevue yang sangat terkenal pada waktu itu. Yang membuatnya populer adalah pemandangan alam di belakangnya yang tidak hanya menampilkan keanggunan Gunung Salak, tapi juga kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Dalam buku “Where the Strange Trails Go Down” (1921) , penulis Amerika E. Alexander Powell menceritakan pengalamannya saat mengunjungi sejumlah tempat di Asia, termasuk Jawa. Di Buitenzorg, dia kagum dengan pemandangan yang dilihatnya dari balkon kamar Hotel Belleveue seperti yang dikisahkannya berikut ini:
Ketika Anda tiba di Hotel Bellevue, Buitenzorg, pastikan untuk memesan sebuah “kamar gunung”. Pemandangan dari balkonnya hanya bisa disaingi oleh beberapa tempat lain di dunia. Di kejauhan, Gunung Salak berdiri dengan anggunnya dengan puncak yang diselimuti awan dan lereng yang dihijaui pepohonan. Dari kakinya tampak sebentuk pita coklat yang mengalir menembus kerimbunan, itulah Sungai Tjidani (Cisadane). Tepiannya yang ditumbuhi pohon-pohon kelapa, dipenuhi rumah penduduk yang kuno dan beratap jerami.
Ratusan orang — laki-laki, perempuan dan anak-anak — tampak sedang mandi di sana.
Salah satu pemandangan menarik dan mengherankan di Jawa adalah perempuan-perempuan setempat yang mandi di sungai. Mereka masuk ke dalam air dengan memakai kain sarung. Sambil merendam tubuh ke air, sedikit demi sedikit kain itu mereka angkat. Sarung kemudian dilepaskan melalui kepala saat air sudah mencapai ketiak mereka. Ketika selesai mandi, mereka memakai sarung kembali dengan cara sebaliknya.
Hawkinson merekam adegan itu dengan ratusan meter film. Tapi Badan Sensor Pennsylvania tak mampu menemukan sedikit pun hal yang tabu dalam adegan mandi itu.
referensi: tempodoeloe.com
0 Response to "Adegan mandi di kali belakang hotel Bellevue"
Post a Comment