Selain Kapten Tubagus Muslihat, Kota Bogor menyimpan banyak nama-nama pahlawan bangsa yang rela korbankan nyawa demi mempertahankan tanah airnya, namun sayang banyak dari mereka yang kini hanya menjadi pejuang yang terlupakan, dan salah satunya adalah Tidjan.
Sejarah Tidjan sudah dimulai sejak tahun 1928 sampai 1948. Tidjan yang lahir dari keluarga kaya (saudagar besar) di sekitar Bogor itu sejak masih berusia anak-anak sudah dididik dengan pendidikan agama melalui pesantren.
Sejak itulah, meski masih berusia anak-anak namun fikirannya lebih dewasa dari orang-orang dewasa pada umumnya. Tidjan kecil sudah memiliki jiwa kritis, terutama ketika melihat ketidak adilan.
Sejak pendudukan Jepang hingga kembalinya Nica ke tanah air, Tidjan yang sudah menjadi seorang remaja sudah bergabung dalam laskar pejuang.
Pada tahun 1948 dalam usia 21 tahun, Tidjan gugur dalam sebuah pertempuran melawan Nica, jenazahnya kemudian dimakamkan di sekitar Cimanggu, Kota Bogor.
Kisah mengenai Tidjan ini pun sempat diproduksi untuk tayangan layar lebar, film perjuangan yang menceritakan perjuangan Tidjan ini mengambil judul "Lasjkar Sjetan" yang merupakan laskar para pejuang yang gesit dan cukup membuat repot serdadu NICA.
Film ini sendiri sudah diproduksi oleh On Camera Picture sejak tahun 2013/2014 lalu, dengan mengambil lokasi di beberapa tempat di sekitar Bogor.
Untuk menambah pengetahuan anda, berikut beberapa trailer atau cuplikannya:
Nama aslinya memang hanya Tidjan ya pak..Terus apa arti Kleine Tidjan ?
ReplyDeleteIsi webnya menarik sekali pak
Itu sebutan dalam bahasa belanda om Anton, Kleine Tidjan artinya Tidjan kecil.
Deleteooow.. gitu toh... Hem rupanya banyak nama pejuang yang terlupakan ya pak..terus terang saya sendiri baru tahu ada pejuang yang bernama Tidjan
Delete